Radarsampit.com – Kabar duka datang dari dunia kesehatan Indonesia. Seorang dokter muda peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI), dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res. (25), asal Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar penginapan di Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Lampung, pada Selasa (21/7/2026) malam.
Almarhum diketahui merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2018 dan saat ini sedang menjalani masa internship di RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Kepergiannya mengejutkan keluarga, rekan sejawat, hingga civitas akademika FKUI, sekaligus memunculkan kembali perhatian terhadap kondisi kerja dan kesejahteraan dokter muda yang tengah menjalani masa pengabdian.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Melalui akun media sosial resminya, Kemenkes menyampaikan penghormatan atas dedikasi almarhum selama memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Selamat jalan, dr. Zulfikar. Pengabdian dan dedikasimu dalam melayani masyarakat akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi tenaga kesehatan Indonesia,” tulis Kemenkes dalam unggahan resminya.
Selain menyampaikan rasa duka, Kemenkes juga mengapresiasi kontribusi almarhum selama mengikuti Program Internship Dokter Indonesia yang menjadi salah satu tahapan pengabdian bagi dokter lulusan baru sebelum meniti karier profesional.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Anna Rozaliyana, turut mengungkapkan belasungkawa mendalam atas wafatnya salah satu alumninya. Menurutnya, kepergian dokter muda tersebut merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan almamater, tetapi juga bagi dunia kesehatan nasional.
Anna menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa tenaga kesehatan, khususnya dokter yang sedang menjalani internship, membutuhkan sistem pendampingan yang kuat serta lingkungan kerja yang aman, sehat, dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan.
“Di balik tanggung jawab besar melayani pasien, para dokter tetap manusia yang memiliki keterbatasan. Mereka membutuhkan dukungan, perlindungan, dan lingkungan kerja yang layak,” ujarnya, dikutip dari IDN Times, Kamis (23/7/2026).
Meski pelaksanaan program internship berada di bawah kewenangan pemerintah, Anna menegaskan FKUI tetap memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendorong terciptanya sistem pembinaan dan pendampingan yang lebih baik bagi para alumninya yang sedang bertugas di berbagai daerah.
FKUI juga menyoroti pentingnya membangun budaya kerja yang sehat di lingkungan pelayanan kesehatan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka, pembagian beban kerja yang proporsional, serta dukungan antarsesama tenaga medis menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental dokter muda.
Ia mengingatkan bahwa tekanan kerja, kelelahan berkepanjangan, hingga rasa terisolasi tidak seharusnya dianggap sebagai bagian normal dalam proses pembentukan tenaga medis profesional. Sebaliknya, sistem yang baik harus mampu memberikan ruang bagi tenaga kesehatan untuk memperoleh bantuan ketika menghadapi kesulitan.
Anna juga mengajak masyarakat menghormati proses penyelidikan yang sedang berlangsung dan tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya almarhum. Menurutnya, evaluasi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dokter muda sebaiknya dilakukan secara objektif agar dapat menjadi bahan perbaikan sistem pendidikan kedokteran maupun pelayanan kesehatan ke depan.
Kepergian dr. Muhammad Zulfikar Drakel meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sejawat, serta masyarakat yang pernah merasakan pengabdiannya. Di balik peristiwa ini, muncul harapan agar perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental tenaga kesehatan semakin ditingkatkan, sehingga mereka dapat menjalankan tugas mulia melayani masyarakat dalam lingkungan kerja yang aman, manusiawi, dan bermartabat.
Halaman: 1 2












































