Setelah Santap MBG, Puluhan Siswa SMPN 1 Kuala Pembuang Alami Diare, Dinkes Seruyan Dirikan Posko Kesehatan

16 hours ago 6

KUALA PEMBUANG, Radarsampit.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan bergerak cepat menangani laporan puluhan pelajar SMP Negeri 1 Kuala Pembuang yang mengalami diare disertai demam usai mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (30/7/2026). Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan melalui pemeriksaan epidemiologi dan uji laboratorium terhadap sampel makanan.

Sebagai langkah awal penanganan, Dinkes mendirikan posko pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah. Posko tersebut dibuka untuk memberikan pemeriksaan dan penanganan medis secara langsung kepada para siswa yang mengeluhkan gangguan kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Seruyan, Sarinah, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari tim Satuan Tugas (Satgas) pada Selasa malam. Informasi awal menyebutkan sejumlah siswa mengalami gejala diare dan demam sehingga membutuhkan penanganan secepatnya.

“Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke sekolah untuk memastikan kondisi di lapangan. Dari hasil pendataan sementara, ada sekitar 90 siswa yang mengalami keluhan,” ujar Sarinah.

Menurutnya, sebagian siswa telah lebih dahulu mendapatkan perawatan di rumah sakit maupun klinik dokter praktik sebelum petugas kesehatan tiba di sekolah.

Melihat jumlah siswa yang terdampak cukup banyak, Dinkes memutuskan membuka posko kesehatan di SMPN 1 Kuala Pembuang. Posko tersebut tidak hanya melayani siswa dari sekolah itu, tetapi juga disiapkan untuk menerima siswa dari sekolah lain apabila mengalami gejala serupa.

Meski dugaan sementara mengarah pada makanan dalam program MBG yang disediakan salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Dinkes menegaskan belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut. Penetapan penyebab baru dapat dilakukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Hari ini sampel makanan akan kami ambil dari dapur SPPG untuk diperiksa di laboratorium. Sesuai SOP, setiap makanan yang disajikan memang wajib disimpan sebagai sampel selama minimal 2×24 jam, dan alhamdulillah sampel tersebut masih tersedia,” jelas Sarinah.

Ia menerangkan, sampel makanan tersebut akan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) guna mengetahui apakah terdapat kontaminasi yang menjadi penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para siswa.

Selain melakukan pengambilan sampel makanan, petugas juga menjalankan penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri kemungkinan faktor lain yang berkaitan dengan kasus tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, Dinkes Seruyan bekerja sama dengan Puskesmas Kuala Pembuang I. Mengingat keterbatasan tenaga medis di puskesmas, Dinkes juga mengerahkan personel tambahan agar pelayanan terhadap para siswa dapat berjalan maksimal.

“Tim yang bertugas merupakan gabungan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kuala Pembuang I. Kami ingin memastikan seluruh siswa yang memiliki keluhan bisa segera diperiksa dan mendapatkan penanganan,” katanya.

Posko kesehatan mulai beroperasi sejak pukul 10.00 WIB dan untuk sementara dijadwalkan melayani selama satu hari. Namun, Dinkes memastikan akan mengevaluasi perkembangan kondisi di lapangan.

Apabila masih ditemukan siswa yang mengalami gejala serupa atau membutuhkan pemeriksaan lanjutan, layanan kesehatan tersebut dapat diperpanjang hingga situasi dinyatakan terkendali.

Sementara itu, pihak sekolah bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi para siswa tetap terpantau. Orang tua juga diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti diare, demam, mual, atau muntah.

Halaman: 1 2

Read Entire Article
Desa Alam | | | |