Tol Cibitungamp;ndash;Cilincing Belum Optimal, Tarif Rp70 Ribu Jadi Sorotan

12 hours ago 6

Tol Cibitung–Cilincing Belum Optimal, Tarif Rp70 Ribu Jadi Sorotan

Jalan Tol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemanfaatan Jalan Tol Cibitung–Cilincing yang terhubung langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok dinilai belum optimal, meski digadang-gadang menjadi jalur utama distribusi logistik dari kawasan industri Cikarang, Bekasi, hingga Karawang menuju pelabuhan.

Hingga kini, jumlah kendaraan yang melintas setiap hari tercatat sekitar 8.000 unit, angka yang dianggap masih jauh di bawah kapasitas tersedia, sehingga mendorong desakan agar pengelola segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan utilisasi, terutama melalui penyesuaian dan integrasi tarif guna menekan biaya angkutan serta mengurai kepadatan di ruas tol alternatif.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria menilai,  Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) harus segera mengambil langkah konkret agar Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kendaraan angkutan logistik.

Menurut Sofyano, keberadaan Tol Cibitung–Cilincing yang terhubung langsung ke kawasan Pelabuhan Tanjung Priok seharusnya menjadi solusi utama kelancaran distribusi barang dari kawasan industri Cikarang, Bekasi, hingga Karawang menuju pelabuhan. 

“Perlu berupaya serius mencarikan solusi agar Tol JTCC benar-benar menjadi jalur utama logistik. Salah satu persoalan utama adalah tarif yang dinilai masih mahal, sekitar Rp70.000 per unit kendaraan untuk golongan tertentu. Ini membuat banyak operator logistik memilih jalur lain,” ujar Sofyano, Sabtu (28/2/2026). 

Ia menegaskan, Pelindo memiliki kepemilikan saham pada ruas tol JTCC tersebut sehingga memiliki kepentingan langsung untuk mendorong optimalisasi pemanfaatannya. Karena itu, manajemen Pelindo didorong untuk mengupayakan adanya pemberlakuan tarif terintegrasi dengan jaringan tol lainnya agar biaya yang ditanggung pengusaha angkutan menjadi lebih efisien.

“Ini perlu dibicarakan serius dengan pihak Pemerintah dan juga pihak terkait sehingga soal tarif ini bisa dipecahkan.Keberhasilan mengatasi “masalah” yang ada yakni terkait Tarif yang dinilai mahal, akan sangat di apresiasi publik” tambah Sofyano. 

Sofyano juga menyebutkan, selama ini jumlah pengguna harian JTCC masih jauh dari potensi maksimalnya. Kondisi sepinya pengguna JTCC, lanjutnya, berdampak pada semakin padatnya ruas Tol Cikampek dan Tol Cakung–Cilincing (Cacing) Cikarang yang tetap menjadi pilihan utama kendaraan logistik.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |