
Bangun Kemandirian Kesehatan, Papua Fokus Didik Dokter Muda Sendiri (Foto: Freepik)
JAKARTA - Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen, S.P., M.Eng., menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat kolaborasi dengan Universitas Cenderawasih (Uncen) guna meningkatkan mutu dan keberlanjutan pendidikan profesi dokter di Tanah Papua.
“Kita harus menyiapkan anak-anak Papua sendiri menjadi dokter yang berkualitas. Tidak mungkin kita terus bergantung pada tenaga medis dari luar daerah. Karena itu, seluruh tahapan pendidikan, termasuk penyelesaian administrasi mahasiswa koas, harus dipastikan tuntas dan berjalan optimal,” tegas Wagub dalam rapat koordinasi bersama Fakultas Kedokteran Uncen dan manajemen rumah sakit pendidikan di Jayapura dilansir dari keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).
Wagub juga menekankan pentingnya peran dokter senior dan akademisi dalam mendampingi para dokter muda Papua guna mewujudkan kemandirian pelayanan kesehatan berbasis putra-putri daerah.
Dalam skema kerja sama baru, RS Dok II Jayapura tetap berperan sebagai rumah sakit pendidikan utama yang difokuskan pada pengembangan program pascasarjana dan spesialis, sementara RS Abepura ditetapkan sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan profesi dokter (koas) dengan kurikulum baru. Sebagai langkah konkret, Pemprov Papua dan Uncen akan meluncurkan program pendidikan dokter spesialis anestesi pada 27 Februari 2026 yang akan diresmikan langsung oleh Gubernur Papua bersama Rektor Uncen.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Uncen, Inneke Viviane Sumolang, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran melalui penguatan peran rumah sakit mitra dan pengembangan program spesialis.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)















































