Cikal Bintang
, Jurnalis-Minggu, 22 Februari 2026 |16:38 WIB

Kiper Ajax Amstedam, Maarten Paes. (Foto: Instagram/maartenpaes)
AMSTERDAM – Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, meluapkan kekecewaannya setelah laga perdananya bersama Ajax Amsterdam berakhir tanpa kemenangan. Meski tampil cukup solid di bawah mistar, Paes memberikan kritik pedas terhadap koordinasi lini belakang timnya yang dianggap kurang berani dalam menghadapi tekanan lawan.
Maarten Paes akhirnya mencatatkan pertandingan debut untuk Ajax Amsterdam. Kiper berusia 27 tahun itu mendapat kesempatan bermain setelah penjaga gawang utama Ajax, Vitezslav Jaros, absen lantaran cedera.
Kehadiran Paes di skuad utama menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para pendukung sepak bola Indonesia di seluruh dunia. Maarten mencatatkan debutnya saat Ajax Amsterdam berhadapan dengan NEC Nijmegen dalam lanjutan Liga Belanda 2025-2026.
Laga tersebut digelar di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda pada Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi ujian perdana bagi Paes dalam atmosfer kompetisi Eredivisie yang ketat.
1. Kritik Keras atas Lemahnya Duel Pertahanan
Dalam pertandingan itu, Ajax Amsterdam unggul lebih dulu lewat gol Mika Godts (39'). Sayangnya, gawang Maarten bobol setelah Darko Nejasmic (57') melepaskan tembakan mendatar saat terjadi kemelut. Laga selesai dengan skor imbang 1-1, sebuah hasil yang terasa merugikan bagi tuan rumah yang mendominasi penguasaan bola.
Maarten Paes. (Foto: Instagram/maartenpaes)
Selepas laga, Maarten mengakui kemelut yang berbuah gol itu dikarenakan pertahanan De Godenzonen —julukan Ajax Amsterdam— yang kurang sigap. Selain itu, Maarten mengatakan, timnya juga kurang berani ambil risiko.
"Saya pikir kita perlu lebih jantan sebagai tim," kata Maarten dikutip dari Voetbal Primeur, Minggu (22/2/2026).


















































