Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 10 Februari 2026 |20:34 WIB

FTSE Russell Tunda Review Indeks Saham Indonesia, Apa Dampaknya? (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pasar saham Indonesia dinilai relatif tenang dalam merespons keputusan FTSE Russell yang menunda review indeks Indonesia pada Maret 2026. Penundaan tersebut dipahami sebagai persoalan teknis, bukan cerminan penurunan kualitas fundamental pasar modal Indonesia.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menekankan FTSE menilai masih terdapat ketidakpastian dalam proses reformasi pasar, khususnya terkait kebijakan free float minimum dan potensi gangguan mekanisme pasar selama masa transisi.
"Karena itu, FTSE memilih menahan seluruh perubahan indeks hingga terdapat kepastian regulasi yang lebih solid," ujar Hendra kepada Okezone di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Dampak FTSE Russell Tunda Review Indeks Saham Indonesia
Hendra menjelaskan dampak dari kebijakan ini adalah struktur indeks FTSE Indonesia menjadi statis dalam jangka pendek. Tidak ada penambahan atau penghapusan saham, tidak ada perubahan bobot akibat free float serta tidak ada penyesuaian akibat aksi korporasi diskresioner seperti rights issue.
"Bagi investor institusi global, kondisi ini justru memberikan kepastian sementara, karena mengurangi risiko rebalancing mendadak. Inilah yang menjelaskan mengapa pasar tidak bereaksi negatif secara agresif terhadap keputusan FTSE tersebut," kata Hendra.
















































