Feby Novalius
, Jurnalis-Jum'at, 06 Februari 2026 |13:02 WIB

Diskusi para praktisi investasi dan ekonom membahas prospek ekonomi global dan peluang investasi 2026. (Foto: Okezone.com/Standard Chartered)
JAKARTA – Investasi di 2026 menghadapi banyak ketidakpastian. Untuk itu, penting bagi investor menyiapkan strategi yang tepat agar peluang keuntungan tetap bisa dimaksimalkan.
"Dalam situasi seperti ini, disiplin dalam membangun portofolio dan diversifikasi menjadi semakin krusial agar nasabah dapat melewati volatilitas sekaligus tetap fokus pada tujuan jangka panjang mereka," ujar CEO Standard Chartered Indonesia, Donny Donosepoetro OBE, Jumat (6/2/2026).
Dirinya juga menyoroti bahwa meskipun valuasi sejumlah aset telah meningkat, kondisi saat ini belum menunjukkan karakteristik bubble sistemik seperti pada periode sebelumnya. Oleh karena itu, diproyeksikan bahwa aset berisiko, khususnya ekuitas, masih berpotensi mencatat kinerja positif pada tahun 2026, didorong oleh pertumbuhan laba perusahaan, termasuk dari tema struktural seperti adopsi teknologi dan AI.
“Di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan, kami tetap optimistis terhadap potensi investasi jangka panjang Indonesia. Langkah-langkah reformasi yang cepat dari regulator, serta fokus yang berkelanjutan pada fundamental ekonomi, menjadi fondasi penting untuk pemulihan," ujarnya.

















































