Binti Mufarida
, Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |18:18 WIB

Adies Kadir (Foto: Binti M/Okezone)
JAKARTA — Adies Kadir menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan profesionalisme sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Ia siap menghindari konflik kepentingan (conflict of interest), terutama yang berkaitan dengan latar belakang politiknya sebagai mantan politisi Partai Golkar.
Adies menyatakan akan mengikuti aturan main yang berlaku di MK. Ia akan menarik diri dari majelis hakim jika dihadapkan pada perkara perselisihan hasil pilkada atau sengketa hukum lainnya yang melibatkan Partai Golkar.
“Kalau di Mahkamah Konstitusi itu kan ada aturan-aturan ya. Kalau terkait dengan dianggap ada conflict of interest, pasti otomatis hakim akan mengundurkan diri dari panel atau majelis tersebut. Ya, kemungkinan saya juga akan mengambil langkah seperti itu kalau ada kasus-kasus terkait dengan Partai Golkar,” tegas Adies di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Adies pun enggan merespons kritik publik yang menyoroti cepatnya proses pengangkatannya di DPR RI dibandingkan dengan kandidat lain. Ia menyerahkan penjelasan teknis tersebut kepada pihak legislatif yang melakukan proses seleksi.
“Itu bisa ditanyakan ke DPR ya, karena Komisi III yang melakukan fit and proper dan sudah diparipurnakan. Nanti silakan tanya ke pimpinan Komisi III dan pimpinan DPR saja. Saya kan cuma mengikuti proses yang dilakukan oleh DPR,” ujarnya.














































