
Ilustrasi.
JAKARTA - Tidak setiap kenyamanan hidup bisa dianggap nikmat Allah, dan tidak semua kemudahan dapat dianggap sebagai tanda kasih sayang dari-Nya. Sebab ada beberapa pemberian yang justru datang sebagai ujian agar manusia lupa akan Tuhannya, tidak memiliki empati kepada sesama, dan semakin cinta dunia tanpa memedulikan aturan Penciptanya. Dan itulah istidraj, yaitu saat di mana segala hal terasa tercukupi tetapi semakin menjauhkan hati dari Sang Pemberi.
Naskah khutbah Jumat berikut ini dengan judul, “Waspada terhadap Istidraj, Hidup terasa Mudah tapi Hati Semakin Jauh”, sebagaimana dilansir dari NU Online.
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَظْهَرَ لَنَا ثَمَرَ الرَّوْضِ مِنْ كِمَامِهِ، وَأَسْبَغَ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ مَلَابِسَ إِنْعَامِهِ، وَبَصَّرَنَا مِنْ شَرْعِهِ بِحَلَالِهِ وَحَرَامِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ذُوْ الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُؤَيَّدُ بِمُعْجِزَاتِهِ الْعِظَامِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْغُرِّ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: وَالَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُونَ
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Mari kita awali khutbah Jumat ini dengan kalimat syukur alhamdulillahi rabbil alamin, atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah SWT berikan kepada kita semua, sehingga kita bisa berkumpul untuk melaksanakan shalat Jumat dalam keadaan sehat wal afiat. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad SAW, allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala alih wa shahbih. Semoga kelak kita bersama-sama bernaung di bawah naungan syafaat-Nya. Amin ya Rabbal alamin.
Selanjutnya, sebagai khatib pada pelaksanaan shalat Jumat ini, izinkan kami mengawali khutbah ini dengan ajakan takwa yang menjadi fondasi dalam kehidupan kita bersama. Mari kita tingkatkan kualitas takwa kita kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah dan larangan-Nya. Dengan senantiasa meningkatkan takwa, maka ia akan menjadi filter yang akan menyaring setiap nikmat yang kita terima, apakah itu benar-benar berkah atau justru jebakan yang menjauhkan kita dari-Nya.

















































