Makan Sayur Bikin Gemuk, Kok Bisa?

4 hours ago 2

Niko Prayoga , Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |12:07 WIB

Makan Sayur Bikin Gemuk, Kok Bisa?

Makan Sayur Bikin Gemuk, Kok Bisa? (Foto: Freepik)

JAKARTASayur selama ini dikenal sebagai “teman diet” yang aman dikonsumsi dalam porsi besar. Kandungan serat, vitamin, dan mineralnya sering dianggap otomatis membantu menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan. Namun, tidak sedikit orang justru mengalami kenaikan berat badan meski merasa sudah rajin makan sayur. Lalu, bagaimana hal ini bisa terjadi?

Jawabannya bukan pada sayurnya, melainkan cara pengolahan dan pola konsumsi yang keliru. Sayuran yang awalnya rendah kalori dapat berubah menjadi “bom kalori” ketika diproses dengan teknik memasak tertentu, terutama digoreng atau dimasak dengan banyak minyak, santan, dan gula.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun menyoroti fenomena ini sebagai salah satu faktor tersembunyi yang berkontribusi terhadap masalah obesitas dan kolesterol tinggi di Indonesia.

“Makan sayur kok malah bikin gemuk dan kolesterol naik ya? Nah, pantas saja karena makan sayurnya kayak begini. Digoreng atau dibalado, ya pantas. Jadi tambah gemuk sama kolesterolnya naik,” kata Budi dalam unggahan video di akun Instagram-nya, dikutip Selasa (3/2/2026).

Sayur Bersifat Seperti Spons

Budi menjelaskan bahwa secara struktur, sayuran memiliki karakteristik berbeda dibandingkan protein hewani seperti daging atau ikan. Serat pada sayur bersifat porous atau berongga, sehingga mudah menyerap cairan di sekitarnya.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |