Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 17 Februari 2026 |22:05 WIB

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar
JAKARTA - Negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) kompak menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar telah mengumumkan keputusan ini setelah Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Kementerian Agama menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat. Dimana, dalam sidang isbat ini Kemenag bermusyawarah dengan terbuka para pakar ilmu falak, astronomi, Wakil Rakyat, Majelis Ulama Indonesia serta perwakilan ormas-ormas Islam di Indonesia.
“Musyawarah tersebut itu mengacu pada hasil hisab dan rukyah yang telah dilakukan oleh tim hisab rukyat Kementerian Agama dan ormas-ormas serta dikonfirmasi oleh petugas-petugas yang ditempatkan di setidaknya 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia,” kata Menag Menag dalam konferensi pers penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah.
Nasaruddin menjelaskan, dalam menetapkan awal bulan Qomariyah atau kalender Hijriah, Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal.
“Tentunya yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 64 derajat, ini standarnya Asia Tenggara,”imbuhnya.

















































