OJK Temui Moodyamp;039;s Usai Turunkan Outlook 5 Bank di Indonesia Jadi Negatif

3 hours ago 3

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 10 Februari 2026 |17:46 WIB

OJK Temui Moody's Usai Turunkan Outlook 5 Bank di Indonesia Jadi Negatif

OJK Temui Moody's Usai Turunkan Outlook 5 Bank di Indonesia Jadi Negatif (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi rencana pertemuan dengan lembaga pemeringkat Moody’s Ratings sebagai respons atas revisi prospek lima bank besar di Indonesia yang turun dari posisi stabil menjadi negatif. 

OJK menekankan bahwa tidak ada masalah mendasar maupun struktural yang perlu dicemaskan dalam sektor perbankan nasional. Kendati belum pasti pertemuan yang direncanakan tersebut, OJK memastikan bakal terbuka menjabarkan data dan kondisi yang terjadi. 

"Sebenarnya cukup dengan data informasi yang jelas dan arah kebijakan yang akan kita lakukan. Mulai dari rules, regulation, data, sampai outlook kebijakan, itu semua akan kita siapkan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Dian Ediana Rae kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

OJK Tegaskan Moody’s Ratings Tak Cerminkan Kondisi Perbankan

Dian berpandangan bahwa perubahan prospek ini tidak menggambarkan adanya kelemahan pada kondisi bank secara perorangan.

“Kami tidak khawatir, karena secara struktural tidak ada isu. Secara fundamental juga tidak ada isu yang terkait dengan panggilan kita itu,” tuturnya.

OJK Lakukan Pertemuan dengan Moody’s 

Dia menjelaskan bahwa pertemuan dengan Moody’s nantinya akan berfungsi sebagai forum klarifikasi yang tidak hanya dilakukan oleh OJK sendiri, melainkan juga menggandeng Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Penyampaian informasi yang didukung data dianggap sebagai faktor kunci untuk memaparkan kondisi sebenarnya perbankan nasional kepada lembaga pemeringkat global tersebut.

“Ini homework bersama. KSSK juga mungkin ikut bertanggung jawab untuk menjelaskan. Kita sudah familiar dengan cara kerja Moody’s, termasuk penilaian terhadap faktor prudential, governance, dan manajemen risiko,” ucapnya.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |