Pengusaha 21 Negara Berkumpul di Jakarta, Ini yang Dibahas

21 hours ago 2

Tangguh Yudha , Jurnalis-Senin, 02 Februari 2026 |21:06 WIB

Pengusaha 21 Negara Berkumpul di Jakarta, Ini yang Dibahas

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) 2026 siap digelar di Indonesia. (Foto: Okezone.com/ABAC)

JAKARTA - Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) 2026 siap digelar di Indonesia. Jakarta akan menjadi tuan rumah pelaksanaan ABAC Meeting I yang berlangsung pada 7-9 Februari mendatang.

Wakil Ketua Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Shinta Kamdani, menjelaskan bahwa ABAC merupakan dewan penasihat bisnis APEC yang diisi oleh perwakilan pengusaha dari setiap ekonomi anggota. Dari total 21 negara APEC, masing-masing diwakili oleh tiga pelaku usaha, yang juga akan memberikan rekomendasi kebijakan kepada para pemimpin ekonomi APEC, khususnya terkait keterbukaan ekonomi, konektivitas, dan sinergi antarnegara.

Shinta menuturkan, ABAC 2026 menjadi momentum istimewa karena mengusung tema besar openness, connectivity, dan synergy. Tema ini mencerminkan kebutuhan global akan keterbukaan antar-ekonomi, penguatan konektivitas, serta sinergi kerja sama lintas negara.

"Tahun ini istimewa, jadi tema yang diangkat juga openness, connectivity, dan synergy. Ini mungkin tema global yang selalu relevan saat ini, yaitu mengenai openness," ungkapnya dalam konferensi pers yang digelar di Menara Kadin, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, ABAC 2026 akan membahas berbagai isu strategis melalui sejumlah working group. Working group pertama adalah Regional Economic Integration, yang fokus pada penguatan arsitektur ekonomi terbuka, perluasan akses, serta pembukaan peluang baru.

Kelompok ini juga membahas perdagangan masa depan, termasuk peran ekonomi digital dan ekonomi hijau dalam integrasi ekonomi regional.

Working group kedua adalah Sustainability, yang menjadi salah satu fokus utama tahun ini. Isu yang dibahas meliputi ketahanan pangan dan agritech, inclusive healthcare, pertambangan berkelanjutan, serta just energy transition.

Sementara itu, working group ketiga adalah Digital and Innovation, yang menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dampak AI terhadap masa depan pekerjaan (future of work), keamanan siber, serta pertukaran pengetahuan di bidang teknologi digital.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri berita finance lainnya

Read Entire Article
Desa Alam | | | |