Soal Rupiah Dinilai Undervalued, Ini Penjelasan Gubernur BI

3 hours ago 2

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 19 Februari 2026 |18:09 WIB

Soal Rupiah Dinilai Undervalued, Ini Penjelasan Gubernur BI

Gubernur Bank Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) membenarkan posisi nilai tukar rupiah saat ini sudah berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued. Meskipun rupiah sempat menyentuh level Rp16.880 per dolar AS pada 18 Februari 2026, Gubernur BI Perry Warjiyo meyakini bahwa secara fundamental rupiah memiliki kekuatan untuk kembali menguat.

Menurut Perry, terdapat kesenjangan antara kondisi ekonomi riil Indonesia dengan pergerakan teknikal di pasar keuangan yang dipicu oleh sentimen global.

“Kalau kita lihat pergerakan nilai tukar ada dua faktor yang utama yang berpengaruh ya itulah faktor fundamental yaitu indikator inflasi, pertumbuhan ekonomi, imbal hasil maupun juga indikator-indikator lain yang semuanya menunjukkan berbagai faktor-faktor fundamental itu menunjukkan rupiah mestinya akan lebih stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Pelemahan rupiah sebesar 0,56 persen dibandingkan akhir Januari 2026 tersebut terutama disebabkan oleh tingginya ketidakpastian pasar keuangan global serta meningkatnya permintaan valas dari korporasi domestik seiring dengan naiknya aktivitas ekonomi.

Perry menjelaskan bahwa faktor teknikal dan premi risiko global menjadi pemicu tekanan jangka pendek. Namun, BI optimis tren ini akan berbalik arah.

“Pertanyaannya tentu saja faktor-faktor teknikal, faktor-faktor premi risiko yang khususnya terjadi di global memang kelihatan faktor-faktor ini yang memang menimbulkan tekanan-tekanan jangka pendek terhadap nilai tukar. Dengan keyakinan ke depan nilai tukarnya akan stabil dan cenderung menguat mengarah kepada fundamental,” jelas Perry.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |