Cikal Bintang
, Jurnalis-Senin, 02 Februari 2026 |21:14 WIB

Kemenpora RI mewujudkan transparansi dan meritokrasi lewat seleksi terbuka Deputi Industri Olahraga (Foto: Okezone/Cikal Bintang)
JAKARTA – Kemenpora RI mewujudkan transparansi dan meritokrasi lewat seleksi terbuka Deputi Industri Olahraga. Seleksi ini mencari Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Kemenpora kembali menegaskan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional. Sebab, seleksi ini terbuka tidak hanya untuk PNS, tetapi termasuk kalangan profesional non-PNS.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi visi dan misi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya birokrasi transparan, profesional, serta berintegritas. Reformasi birokrasi berbasis meritokrasi dan akuntabilitas kini benar-benar diterjemahkan dalam proses pengisian jabatan strategis di lingkungan kementerian.
1. Mekanisme yang Sah
Presiden Prabowo secara konsisten menegaskan pentingnya reformasi birokrasi yang menitikberatkan pada prinsip meritokrasi, akuntabilitas, serta keterbukaan dalam pengisian jabatan strategis pemerintahan. Seleksi terbuka dengan peluang bagi non-PNS ini menjadi bentuk konkret dari arah kebijakan tersebut.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Gunawan Suswantoro menegaskan, proses ini telah melalui mekanisme yang sah dan mendapatkan restu pemerintah pusat. Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Media Center Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Senin (2/2/2026).
“Seleksi terbuka jabatan Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga ini prinsipnya telah mendapat persetujuan dari Bapak Presiden dan Kementerian PAN RB," kata Gunawan kepada awak media, termasuk Okezone di Media Center Kemenpora, Jakarta pada Senin (2/2/2026).
"Seleksi ini untuk menemukan sosok figur yang bisa membangun industri olahraga ke depan secara berkelanjutan dan pendaftaran akan dibuka mulai Selasa 3 Februari,” sambungnya.


















































