
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)
JAKARTA – Warga negara China yang mencari suaka di luar negeri mendekati rekor tertinggi pada tahun 2025, melanjutkan tren yang telah berlangsung selama dekade terakhir. Menurut data Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), diperkirakan 178.725 warga negara Tiongkok mengajukan permohonan suaka di seluruh dunia tahun lalu.
Meskipun sedikit di bawah rekor yang dilaporkan pada tahun 2024, angka tersebut tetap termasuk yang tertinggi yang pernah tercatat dan mungkin masih akan direvisi ke atas ketika UNHCR menyelesaikan data tahunannya setelah verifikasi.
Bertahannya angka-angka tinggi ini menandai perbedaan mencolok dari dekade sebelumnya, ketika klaim suaka dari China relatif terbatas dan sporadis. Lonjakan ini terjadi meski Beijing telah memperketat kontrol terhadap siapa yang dapat meninggalkan negara itu dan dalam kondisi apa.
Tren Peningkatan Satu Dekade
Dilansir Hamrakura, organisasi hak asasi manusia Safeguard Defenders menunjukkan kontras antara angka saat ini dan angka yang tercatat lebih dari satu dekade lalu, pada tahun 2012, sebelum kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Selama masa kepemimpinan mantan Presiden Hu Jintao, permohonan suaka tahunan dari warga negara Tiongkok biasanya berkisar antara 7.000 hingga 21.000 di seluruh dunia. Sebagai perbandingan, Safeguard Defenders memperkirakan bahwa sejak Xi Jinping memimpin, jumlah kumulatif pencari suaka China meningkat menjadi sekitar 1,33 juta.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya

















































