BBM Palangka Raya Dipangkas, Ini Penyebab Antrean Panjang di SPBU Akhirnya Terungkap

8 hours ago 5

Radarsampit.com – Antrean panjang di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya dalam beberapa pekan terakhir akhirnya mulai menemukan titik terang. Fakta mengejutkan terungkap setelah Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar rapat koordinasi bersama PT Pertamina Patra Niaga dan pihak SPBU pada Jumat malam (8/5).

Dalam rapat tersebut, diketahui bahwa pasokan BBM Palangka Raya ternyata mengalami pengurangan signifikan sejak awal Mei 2026. Kondisi inilah yang diduga menjadi penyebab utama terjadinya kelangkaan hingga antrean kendaraan mengular di berbagai SPBU.

Data distribusi menunjukkan bahwa biasanya Kota Palangka Raya menerima suplai BBM sekitar 190 kiloliter (KL) per hari. Namun, pada periode 1 hingga 5 Mei 2026, jumlah itu turun drastis menjadi hanya 150 KL per hari.

Meski pasokan sempat dinaikkan menjadi 170 KL dalam dua hari terakhir, angka tersebut dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Permasalahan ini mencuat setelah Kejaksaan Negeri Palangka Raya mempertanyakan adanya kejanggalan distribusi BBM. Kepala Kejaksaan Negeri Palangka Raya, Yunardi, menilai penurunan pasokan tersebut tidak wajar karena kebutuhan konsumsi masyarakat justru terus bertambah.

“Biasanya distribusi berada di kisaran 200 KL, tetapi justru mengalami penurunan. Ini tentu menjadi pertanyaan besar,” ujarnya dalam rapat koordinasi.

Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta Pertamina segera mengambil langkah konkret agar krisis BBM tidak terus berulang. Menurutnya, kebutuhan riil masyarakat Kota Palangka Raya saat ini sudah mencapai sekitar 205 KL per hari.

Fairid menegaskan bahwa penambahan kuota BBM tidak boleh hanya dilakukan saat kondisi darurat saja. Ia berharap penyesuaian distribusi dilakukan secara permanen agar sejalan dengan pertumbuhan kendaraan dan aktivitas masyarakat.

“Kalau memang kebutuhan sudah meningkat, maka kuota juga harus disesuaikan. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan akibat antrean panjang,” tegasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri aparat kepolisian dan menghasilkan komitmen bersama untuk mengawasi distribusi BBM lebih ketat. Aparat penegak hukum bahkan siap melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi permainan dalam penyaluran BBM di lapangan.

Masyarakat kini berharap pasokan BBM Palangka Raya kembali normal agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu. Sebab, antrean panjang di SPBU selama ini dinilai menghambat produktivitas warga dan memicu keresahan di berbagai kalangan.

Halaman: 1 2

Read Entire Article
Desa Alam | | | |