
Bojan Hodak kesal aksi oknum bobotoh kelar laga Persib vs Ratchaburi FC. (Foto: Instagram/@bojanhodakluka)
PELATIH Persib Bandung, Bojan Hodak, tak mampu menyembunyikan kekesalannya terhadap sejumlah oknum suporter timnya. Bojan Hodak geram karena ada suporter yang membuat kericuhan usai laga melawan Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2 2025-2026.
Persib Bandung meraih kemenangan tipis 1-0 saat menjamu Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu 18 Februari 2026. Meski menang, skuad berjulukkan Pangeran Biru itu harus tersingkir dari kejuaraan tersebut karena kalah agregat dengan skor 1-3.
1. Dipicu Kepemimpinan Wasit Majed Mohammed Alshamrani
Sayangnya kemenangan tersebut harus ternodai, karena kericuhan terjadi setelah pertandingan berakhir. Sejumlah oknum Bobotoh turun ke lapangan. Kericuhan tersebut terjadi diduga terjadi karena kekesalan suporter terhadap kepemimpinan wasit Majed Mohammed Alshamrani.
Uillam Barros kena kartu merah di laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC. (Foto: Instagram/@persib)
Wasit asal Arab Saudi itu dinilai tidak memimpin pertandingan dengan benar. Ada beberapa keputusan yang dinilai merugikan Persib Bandung, salah satunya adalah kartu merah yang diberikan kepada Uilliam Barros. Sejumlah suporter yang kecewa, turun ke lapangan dan mengejar sang pengadil lapangan dan perangkat pertandingan lain.
Insiden tersebut membuat Bojan Hodak kecewa berat. Juru taktik asal Kroasia itu merasa para oknum suporter tersebut mencoreng penggemar Persib Bandung lain yang ada di stadion.
"Di sini kita punya 30.000 penggemar. 29.900 penonton sangat fantastis. Tidak mudah bermain ketika kita memiliki jumlah penggemar sebanyak ini," kata Bojan Hodak dalam konferensi pers usai laga.


















































