Niko Prayoga
, Jurnalis-Kamis, 12 Februari 2026 |02:10 WIB

Mengintip Lebih Dekat Kecanggihan Rudal QW-3 dan Ranpur P6/Okezone
YOGYAKARTA - Batalyon Arhanud 21 Pasgat TNI AU menjadi garda terakhir pertahanan udara serta berbagai titik vital. Dengan tugas yang berat tersebut, tentunya alutsista yang canggih dan lengkap menjadi sebuah keharusan yang dimiliki.
Salah satu senjata andalan saat ini adalah Rudal QW-3. Senjata anti pesawat seberat tiga kilogram dengan peluru seberat 16 kilogram itu dirancang khusus untuk melumpuhkan ancaman pesawat musuh dengan sistem pencarian panas yang presisi.
Mekanisme kerja Rudal QW-3 tergolong sangat mematikan dengan sistem pemusnah otomatis jika target luput dari sasaran.
Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan di darat agar serpihan rudal tidak jatuh di area yang salah. Rudal tersebut bekerja dengan mengejar panas mesin pesawat (flare) hingga terjadi benturan atau impact yang menghancurkan target secara total.
"Ini kalau seandainya tidak kena, ini kan harus impact, maksudnya impact itu kan harus nabrak pesawat. Ini seandainya tidak kena, dia akan meledak sendiri. Namanya ini namanya self destruction, kita kurang lebih 14 detik belum selesai, berarti aman kalau di bawah itu nggak kena serpihan,” jelas Pengawak Rudal QW 3 Yon Arhanud 21, Serda M. Arif Mutaqien, Rabu (11/2/2026).
Keandalan alutsista ini telah teruji dalam berbagai operasi penting, termasuk pengamanan acara kenegaraan berskala internasional. Selain operasi tempur, penggunaan rudal ini juga rutin disimulasikan dalam latihan-latihan militer untuk menjaga kesiapan prajurit.
"Selain latihan, kita juga ada operasi pertahanan seperti yang pernah dilakukan itu di Bali saat KTT. Jadi KTT itu kan banyak negara asing yang datang," tandasnya.
Penembak Rudal Atav P6, Serda Andhy Kristanto menambahkan, kecanggihan rudal tersebut juga didukung dengan mobilitas yang tinggi menggunakan kendaraan taktis (rantis) P6 Atav 4x4.
















































