Radarsampit.com – Perjuangan Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026 masih belum berjalan sesuai harapan. Pebalap asal Turki itu mengaku mengalami salah satu akhir pekan paling berat sepanjang musim saat tampil di MotoGP Jerman yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring.
Dilansir dari Motosan, Toprak mengaku kesulitan menemukan performa terbaik sepanjang balapan akibat minimnya daya cengkeram ban serta karakter motor yang belum sepenuhnya ia kuasai. Meski akhirnya berhasil finis di posisi ke-15, hasil tersebut menurutnya jauh dari target yang diharapkan.
Mantan juara dunia WorldSBK itu mengatakan dirinya sama sekali tidak menikmati jalannya balapan. Selain harus terus menjaga kondisi ban, motornya juga beberapa kali kehilangan traksi sehingga membuatnya kesulitan mempertahankan kecepatan.
“Memang ada pertarungan di lintasan, tetapi itu terjadi di rombongan belakang. Saya benar-benar tidak menikmati balapan karena harus terus mengatur ban dan motor terus mengalami selip,” ujar Toprak.
Pada lap-lap awal, Toprak sempat berusaha mengikuti laju Álex Márquez. Namun, sebuah kesalahan kecil membuatnya kehilangan acuan sehingga harus melanjutkan balapan sendirian hingga garis finis.
Ia mengaku lega karena seri Sachsenring akhirnya berakhir dan kini bisa mengalihkan fokus untuk menghadapi MotoGP Inggris di Silverstone.
Toprak juga mengaku cukup terkejut dengan karakter Sachsenring saat dikendarai menggunakan motor MotoGP. Padahal, lintasan tersebut selama ini menjadi salah satu sirkuit favoritnya ketika masih berkompetisi di WorldSBK.
Menurutnya, penggunaan ban MotoGP yang berbeda di setiap seri membuat proses adaptasi menjadi jauh lebih sulit dibanding perkiraannya.
“Biasanya saya sangat menyukai sirkuit ini. Tetapi sekarang semuanya terasa berbeda. Saya masih mencari rasa percaya diri dengan motor, sementara motor juga belum memberikan feeling yang saya inginkan,” katanya.
Meski kecewa dengan hasil yang diraih, Toprak tetap berusaha mengambil sisi positif dari pengalaman tersebut. Ia menilai setiap balapan menjadi bekal penting untuk meningkatkan performanya pada musim berikutnya.
“Saya memang hanya finis di posisi ke-15. Namun setidaknya saya belajar banyak. Saat kembali ke Sachsenring nanti, saya sudah memiliki gambaran yang lebih jelas tentang apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.
Toprak juga menyoroti duel melawan Raúl Fernández. Menurutnya, motor milik pebalap Spanyol tersebut memiliki grip yang jauh lebih baik, terutama ketika melibas tikungan.
“Saya baru bisa mendekat ketika kondisi bannya mulai menurun. Sebelumnya sangat sulit mengejarnya karena motor mereka memiliki daya cengkeram lebih baik,” jelasnya.
Pebalap Yamaha itu mengakui proses adaptasi di MotoGP masih menjadi tantangan terbesar dalam kariernya. Bukan hanya harus memahami karakter motor baru, ia juga dipaksa beradaptasi dengan tipe ban yang berubah di hampir setiap seri.
Bahkan, kondisi tersebut sempat memengaruhi semangatnya menjalani musim debut di kelas utama.
“Ketika saya mulai terbiasa dengan satu jenis ban, seri berikutnya menggunakan ban yang berbeda lagi. Situasi itu sedikit menghancurkan motivasi saya karena harus memulai adaptasi dari awal,” katanya.
Meski demikian, dukungan ribuan penggemar asal Turki yang memadati tribun Sachsenring menjadi penyemangat tersendiri bagi Toprak. Ia merasa bangga melihat begitu banyak bendera negaranya berkibar sepanjang akhir pekan.
Namun, ia juga mengaku sedih karena belum mampu memberikan hasil terbaik kepada para pendukung yang datang langsung ke sirkuit.
“Mereka hadir hanya untuk mendukung saya. Saya ingin membalas dukungan itu dengan hasil yang membanggakan, tetapi finis di posisi ke-15 tentu membuat saya kecewa. Semoga musim depan saya bisa tampil jauh lebih baik,” pungkasnya.
Halaman: 1 2


















































