SERANG – Babinsa Desa Sampir Koramil 0602-07/Waringinkurung, Sertu Susanto, bersama unsur Muspika Kecamatan Waringinkurung memfasilitasi mediasi antara masyarakat Desa Sampir dengan pihak terkait mengenai persoalan pembebasan lahan pemakaman Tionghoa di Desa Sampir, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Jumat (7/8/2026).
Mediasi yang berlangsung di Kantor Desa Sampir tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Pertemuan dilakukan sebagai upaya mencari penyelesaian terbaik melalui dialog, musyawarah, dan mufakat, sekaligus menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.
Dalam kegiatan tersebut, Sertu Susanto bersama Bhabinkamtibmas dan unsur Muspika berperan sebagai fasilitator untuk mempertemukan seluruh pihak. Setiap pihak diberikan ruang menyampaikan aspirasi dan pandangannya secara terbuka sehingga diharapkan dapat ditemukan titik temu yang dapat diterima bersama.
Langkah mediasi juga diarahkan agar penyelesaian persoalan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat, menghormati hak seluruh pihak, serta berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.
Salah seorang perwakilan masyarakat Desa Sampir mengapresiasi keterlibatan aparat kewilayahan dan pemerintah dalam memfasilitasi proses musyawarah tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Muspika yang telah memfasilitasi mediasi ini. Harapan kami, persoalan pembebasan lahan dapat diselesaikan melalui musyawarah sehingga tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat, ” ujarnya.
Babinsa Desa Sampir, Sertu Susanto, menegaskan bahwa kehadiran aparat kewilayahan dalam mediasi merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat menyelesaikan persoalan secara damai.
“Kehadiran kami merupakan bentuk komitmen TNI untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan setiap persoalan secara damai. Kami mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan menjaga persatuan, ” kata Sertu Susanto.
Sementara itu, Danramil 0602-07/Waringinkurung, Kapten Inf. La Ode Adinurjaman, mengatakan Koramil akan terus membangun sinergi dengan unsur pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Koramil akan terus bersinergi dengan Muspika dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mendukung penyelesaian setiap permasalahan melalui dialog dan musyawarah, ” ujarnya.
Dandim 0602/Serang, Kolonel Arm. Oke Kistiyanto, menekankan pentingnya komunikasi dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum dalam setiap penyelesaian persoalan di tengah masyarakat.
“Penyelesaian persoalan di wilayah harus mengutamakan komunikasi yang baik, menghormati aturan hukum, serta menjaga kerukunan agar keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terpelihara, ” tegasnya.
Hal senada disampaikan Danrem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi. Menurutnya, sinergi seluruh unsur menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dan damai.
“Sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan wilayah yang aman, damai, dan kondusif melalui penyelesaian masalah secara bijaksana, ” katanya.
Pangdam III/Siliwangi juga menekankan pentingnya kehadiran prajurit di tengah masyarakat dengan mengedepankan pendekatan humanis dan solutif.
“Prajurit Kodam III/Siliwangi harus selalu hadir di tengah masyarakat, menjadi solusi dalam setiap persoalan, mengedepankan pendekatan humanis, serta menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah, ” ujarnya.
Selama proses mediasi berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Seluruh pihak diharapkan terus menjaga komunikasi serta mengedepankan musyawarah agar persoalan dapat diselesaikan secara damai tanpa mengganggu kerukunan masyarakat.
Kehadiran TNI, Polri, pemerintah, dan tokoh masyarakat dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus mendorong terciptanya penyelesaian yang adil, sesuai ketentuan, dan dapat diterima oleh seluruh pihak. (PERS)

1 day ago
9

















































