
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali melakukan pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). (Foto: Okezone.com/MSCI)
JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali melakukan pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu, 11 Januari 2026. Pertemuan tersebut akan membahas penyampaian proposal yang sejalan dengan agenda transformasi Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait delapan rencana aksi yang akan dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Pertemuan (MSCI) teknis akan kembali dilakukan Rabu ini. Kami ajukan sejumlah inisiatif yang selaras dengan delapan rencana aksi reformasi pasar modal. Kami targetkan bisa dipenuhi akhir April ini," ujar Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Senin (9/2/2026).
Jeffrey menjelaskan, sejumlah usulan yang akan disampaikan ke MSCI untuk menjadi pertimbangan terkait aspek transparansi, seperti peningkatan klasifikasi investor dari 9 menjadi 28 subkategori, perincian data pemegang saham di atas 1 persen kepemilikan, penyesuaian free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, hingga rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia.
"Penyesuaian free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen ini akan diterapkan secara bertahap dengan penetapan target antara pada setiap tahapannya," tambahnya.
Selain empat agenda utama yang akan disampaikan ke MSCI, transformasi Bursa Efek juga akan dikerjakan dengan memperkuat peran investor institusi domestik serta memperluas basis investor, baik dalam negeri maupun asing. Pemerintah telah menyatakan komitmennya melalui penyesuaian berbagai limit investasi, termasuk di sektor asuransi dan dana pensiun.















































