Anggie Ariesta
, Jurnalis-Kamis, 19 Februari 2026 |16:37 WIB

Bank Indonesia (Foto: Okezone)
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sinergi kebijakan antara Pemerintah dan bank sentral telah berhasil membawa ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi pada tahun 2025, dan tren positif ini diprediksi akan semakin kuat sepanjang tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keberhasilan tersebut didorong oleh solidnya permintaan domestik, baik dari sisi konsumsi rumah tangga maupun investasi, yang mendapatkan stimulus dari bauran kebijakan fiskal dan moneter.
"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2026 meningkat dalam kisaran 4,9–5,7 persen (yoy) sejalan dengan berbagai kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Perry memaparkan bahwa ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (yoy), melampaui capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,03 persen (yoy). Akselerasi ini didorong oleh performa kuat pada triwulan IV 2025 yang tumbuh hingga 5,39 persen (yoy).
Peningkatan pertumbuhan tersebut tidak hanya terlihat secara angka, tetapi juga diikuti dengan perbaikan kualitas ketenagakerjaan nasional yang semakin sehat.
BI memproyeksikan momentum pertumbuhan yang lebih tinggi akan berlanjut sejak kuartal I 2026. Konsumsi rumah tangga meningkat berkat pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen yang membaik, serta dampak berantai dari perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Tahun Baru Imlek, Nyepi, dan Idulfitri 1447 H.
Investasi pemerintah fokus pada hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) dan pembangunan infrastruktur digital terus menjadi daya tarik bagi pelaku usaha untuk menanamkan modal.















































