BMKG Ingatkan Ancaman Puting Beliung Saat Kemarau di Kalimantan Tengah, Warga Diminta Tetap Waspada

12 hours ago 6

Radarsampit.com – Meski sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah telah memasuki musim kemarau, masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya peluang hujan lebat yang disertai petir, angin kencang, hingga puting beliung di beberapa daerah dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan tersebut disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya melalui informasi cuaca yang berlaku pada 18 hingga 20 Juni 2026. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi atmosfer di Kalimantan Tengah masih cukup mendukung terbentuknya awan hujan meskipun saat ini telah memasuki periode kemarau.

BMKG menjelaskan adanya fenomena konvergensi atau pertemuan massa udara yang menyebabkan perlambatan dan belokan arah angin di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

Selain itu, tingkat kelembapan udara yang masih tinggi serta kondisi atmosfer yang labil turut memperbesar peluang terbentuknya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu relatif singkat.

Akibat kondisi tersebut, masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai petir, kilat, angin kencang, bahkan puting beliung di beberapa daerah.

Untuk Kamis (18/6), wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang meliputi Kabupaten Lamandau, bagian utara Kotawaringin Timur, bagian utara Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, serta Kapuas.

Sementara pada Jumat (19/6), BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kalimantan Tengah. Meski demikian, masyarakat tetap disarankan mengikuti perkembangan informasi cuaca terbaru karena kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat.

Potensi hujan kembali diprakirakan meningkat pada Sabtu (20/6), terutama di wilayah Seruyan bagian utara, Katingan bagian utara, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Kapuas.

BMKG menegaskan bahwa musim kemarau tidak selalu identik dengan cuaca panas dan kering sepanjang waktu. Pada kondisi tertentu, hujan lokal dengan durasi singkat masih dapat terjadi akibat pengaruh dinamika atmosfer yang berkembang di wilayah tersebut.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan berbagai dampak seperti genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, hingga tanah longsor di daerah rawan.

Khusus bagi warga di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena daerah tersebut masuk dalam daftar kawasan yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem pada hari ini.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca resmi dan menghindari aktivitas di ruang terbuka saat terjadi hujan lebat yang disertai petir maupun angin kencang guna mengurangi risiko bahaya yang dapat ditimbulkan.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |