Cara Memasak Daging Supaya Empuk, Daging Kurban Tetap Lezat dan Bernutrisi

11 hours ago 11

Radarsampit.com – Momentum Iduladha identik dengan melimpahnya stok daging kurban di rumah. Mulai dari sate, gulai, tongseng hingga rendang menjadi menu favorit yang hampir selalu hadir di meja makan keluarga. Namun, masih banyak orang yang menghadapi masalah klasik saat mengolah daging, yakni teksturnya terasa alot dan sulit dikunyah.

Padahal, ada beberapa cara memasak daging supaya empuk yang bisa diterapkan dengan mudah di rumah. Selain membuat tekstur lebih lembut, teknik memasak yang tepat juga membantu menjaga kandungan gizi dalam daging tetap optimal.

Dilansir dari halaman IPB University, dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Reisi Nurdiani MSi, membagikan sejumlah tips untuk mengolah daging kurban agar lebih empuk, lezat, dan tetap bernutrisi.

Menurut Reisi, proses memasak ternyata sangat berpengaruh terhadap kandungan protein dalam daging. Meski kadar protein bisa sedikit menurun akibat suhu panas, kondisi tersebut justru membuat protein lebih mudah dicerna tubuh.

“Protein pada daging matang memang berkurang, tetapi menjadi lebih bermanfaat karena telah mengalami denaturasi sehingga lebih mudah diserap tubuh dibandingkan protein pada daging mentah,” jelasnya.

Selain kaya protein, daging juga mengandung zat besi yang penting untuk tubuh. Kabar baiknya, kandungan zat besi pada daging relatif stabil meskipun terkena panas saat dimasak.

“Meskipun ada sedikit pengurangan, kandungan zat besi pada daging umumnya tidak banyak berubah,” tambahnya.

Gunakan Bahan Alami untuk Mengempukkan Daging

Salah satu cara memasak daging supaya empuk yang paling sering digunakan adalah memanfaatkan bahan alami sebagai pengempuk.

Menurut Reisi, daun pepaya menjadi salah satu bahan yang cukup efektif karena mengandung enzim papain yang mampu memecah protein pada serat daging.

Cara penggunaannya pun cukup sederhana. Daun pepaya setengah tua dihancurkan lalu dibalurkan ke permukaan daging sebelum dimasak. Setelah didiamkan beberapa saat, tekstur daging biasanya menjadi lebih lunak.

Selain daun pepaya, nanas juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengempuk alami. Buah ini memiliki kandungan enzim bromelin yang bekerja hampir sama seperti papain.

“Nanas bisa diparut lalu dioleskan pada daging sebelum dimasak. Selain membantu mengempukkan, nanas juga memberi aroma segar pada masakan,” ujarnya.

Tak hanya itu, beberapa bahan lain seperti kiwi, jahe, hingga daun pandan wangi juga dapat digunakan untuk membantu membuat tekstur daging lebih empuk sekaligus menambah aroma sedap.

Teknik Memasak Juga Menentukan

Selain bahan pengempuk, teknik memasak juga menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir daging.

Untuk bagian daging yang memiliki serat kasar seperti paha atau betis, metode slow cooking sangat dianjurkan. Teknik ini dilakukan dengan memasak daging menggunakan api kecil atau suhu sedang dalam waktu cukup lama.

Cara tersebut membantu jaringan serat pada daging melunak secara perlahan sehingga hasilnya lebih empuk saat disantap.

“Bagian daging yang alot sebaiknya dimasak dengan suhu sedang dalam waktu lebih lama, misalnya direbus perlahan. Bisa juga menggunakan panci presto agar lebih cepat tetapi tetap empuk,” jelas Reisi.

Sebaliknya, bagian daging yang memang sudah empuk seperti tenderloin atau has dalam tidak perlu dimasak terlalu lama. Jika terlalu matang, teksturnya justru bisa menjadi keras dan kering.

Selain itu, memotong daging sesuai jenis masakan juga penting dilakukan. Untuk sate misalnya, potongan kecil dan tipis membuat daging lebih cepat matang sekaligus membantu menjaga kandungan gizinya.

Halaman: 1 2

Read Entire Article
Desa Alam | | | |