Hector Souto Ogah Disebut Pencetak Sejarah Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Piala Asia Futsal 2026

3 hours ago 1

Hector Souto Ogah Disebut Pencetak Sejarah Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Piala Asia Futsal 2026

Hector Souto menolak disebut sebagai pencetak sejarah di Timnas Futsal Indonesia (Foto: Okezone/Aldhi Chandra Setiawan)

JAKARTA – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menolak disebut sebagai pencetak sejarah usai mengantar timnya ke Final Piala Asia Futsal 2026. Ia menegaskan, keberhasilan ini bukan milik satu orang saja.

Timnas Futsal Indonesia secara mengejutkan berhasil mengalahkan Timnas Futsal Jepang di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Skuad Garuda menang 5-3 dalam pertandingan penuh drama di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis 5 Februari 2026 malam WIB. 

1. Tidak Senang dengan Label Pencetak Sejarah

 Aldhi Chandra/Okezone)

Kemenangan tersebut sekaligus menggoreskan tinta sejarah karena untuk pertama kalinya Timnas Futsal Indonesia bisa mencapai partai puncak. Sejarah lagi-lagi diukir oleh Souto. 

Sebelumnya, Souto berhasil membawa Timnas Futsal Indonesia juara Piala AFF 2025, meraih medali emas SEA Games 2025, dan kini ke final Piala Asia Futsal 2026. Souto sampai dicap sang pencetak sejarah. 

Namun, Souto justru tidak senang dengan pujian label pencetak sejarah. Ia bahkan sampai lelah mendengar ‘label’ tersebut yang terus tertuju padanya. Menurutnya, bukan hanya dirinya yang berstatus sebagai pencetak sejarah, melainkan seluruh anggota tim Timnas Futsal Indonesia.

“Saya tidak menciptakan sejarah. Saya bukan pembuat sejarah. Tim saya-lah yang menciptakan sejarah. Ini bukan soal satu orang, tetapi semua pihak,” kata Souto, dikutip Jumat (6/2/2026). 

“Saya mulai agak lelah dengan istilah ‘pembuat sejarah’ yang selalu dikaitkan dengan Hector Souto. Ini kerja semua orang. Bukan hanya pemain yang ada di sini,” tegas pria berpaspor Spanyol itu.  

Souto kemudian menyebut sejumlah pemain yang jadi bagian Timnas Futsal Indonesia sebelumnya. Mulai dari Evan Soumilena, Muhammad Syaifullah, Andarias Kareth, Guntur Sulistyo, Dipo Arrahman, Imam Anshori, hingga Muhammad Albagir.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |