Hotspot Kotim Bertambah Jadi 12 Titik, Baamang Masih Jadi Wilayah Terbanyak

19 hours ago 8

SAMPIT, Radarsampit.com –  Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Berdasarkan data terbaru yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit hingga Kamis (16/7/2026) pukul 16.00 WIB, jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau dalam 24 jam terakhir mencapai 12 titik.

Dari seluruh hotspot yang terdeteksi, Kecamatan Baamang menjadi wilayah paling dominan. Sebanyak enam titik panas muncul di Kelurahan Baamang Hulu, menjadikannya daerah dengan konsentrasi hotspot tertinggi selama periode pemantauan.

Seluruh titik tersebut terpantau melalui satelit NOAA20 dengan tingkat kepercayaan level 8. Kategori ini menunjukkan indikasi kuat adanya sumber panas di permukaan yang perlu segera diverifikasi oleh petugas di lapangan.

Selain Baamang, BMKG juga mencatat tiga hotspot di Kecamatan Antang Kalang. Titik panas itu tersebar di Desa Tumbang Manya, Tumbang Kalang, dan Sungai Hanya.

Sementara itu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang turut menyumbang dua hotspot yang seluruhnya berada di wilayah Desa Eka Bahurui. Kawasan ini memang beberapa kali masuk dalam daftar lokasi rawan karhutla dan sebelumnya pernah menjadi sasaran operasi pemadaman oleh tim gabungan.

Data pemantauan menunjukkan hotspot terekam pada dua waktu berbeda, yakni sekitar pukul 00.18 WIB dan kembali pada pukul 12.56 WIB menggunakan citra satelit NOAA20. Masing-masing titik memiliki radius indikasi hingga sekitar 1.125 meter sehingga membutuhkan pengecekan langsung untuk memastikan ada atau tidaknya kebakaran.

Meningkatnya jumlah hotspot di Baamang Hulu juga menjadi perhatian karena dalam beberapa hari terakhir kawasan tersebut dilaporkan mengalami sejumlah kebakaran lahan yang mengharuskan BPBD bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan melakukan penanganan intensif.

BMKG menegaskan bahwa hotspot tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran. Titik panas hanya menjadi indikator awal adanya sumber panas di permukaan bumi yang dapat berkaitan dengan aktivitas pembakaran maupun faktor lain. Oleh sebab itu, setiap hotspot tetap memerlukan proses verifikasi di lapangan.

Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuka lahan menggunakan api, menghindari pembakaran sampah di area terbuka, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.

Warga juga diimbau segera melaporkan kepada aparat atau petugas apabila menemukan kepulan asap maupun titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum meluas menjadi kebakaran besar.

Pemerintah Kabupaten Kotim bersama BPBD dan instansi terkait terus memperkuat patroli terpadu di wilayah yang berulang kali terdeteksi memiliki hotspot. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dini agar kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas selama musim kemarau berlangsung.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |