Banjarbaru, radarsampit.com – Momentum hari raya keagamaan mendorong peningkatan penggunaan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) mencatat beban puncak sistem kelistrikan Barito mencapai 1.008,9 Mega Watt (MW), meningkat 10,5 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 912,8 MW.
Capaian tersebut juga melampaui prediksi beban puncak yang sebelumnya diproyeksikan berada di angka 1.004 MW. Tingginya kebutuhan listrik dipengaruhi meningkatnya aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ibadah, silaturahmi keluarga, hingga aktivitas ekonomi dan pelayanan publik selama perayaan hari besar keagamaan.
GM PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono menyampaikan bahwa kenaikan konsumsi listrik pada momen hari raya menjadi gambaran tingginya aktivitas masyarakat yang berhasil diimbangi dengan keandalan sistem kelistrikan PLN.Dalam keterangannya, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono menyampaikan bahwa kenaikan konsumsi listrik pada momen hari raya menjadi gambaran tingginya aktivitas masyarakat yang berhasil diimbangi dengan keandalan sistem kelistrikan PLN.
“Meski penggunaan listrik mengalami peningkatan cukup signifikan pada momentum hari raya tahun ini, sistem kelistrikan di Kalselteng berada dalam kondisi aman dan andal. Seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik berkat kesiapan personel, penguatan sistem, serta koordinasi intensif yang telah dilakukan sebelumnya,” ujar Iwan.
Ia menambahkan, daya mampu pasok realisasi pada sistem Barito tercatat sebesar 1.145,4 MW. Angka tersebut memang sedikit lebih rendah sekitar 6,1 MW dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 1.151,5 MW, namun kapasitas pembangkit masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode siaga hari raya.
“Dengan beban puncak mencapai 1.008,9 MW, sistem kelistrikan masih memiliki cadangan daya sekitar 136,5 MW. Kondisi ini menunjukkan kemampuan pembangkit PLN tetap kuat dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama masyarakat menjalankan rangkaian ibadah dan aktivitas hari raya,” tambah Iwan.
Selama periode siaga Idul Adha 1447 H dan Waisak 2570 BE, PLN UID Kalselteng juga menyiagakan petugas yang berjaga selama 24 jam secara bergantian guna mengantisipasi potensi gangguan kelistrikan. Selain itu, pemantauan sistem kelistrikan dilakukan secara real time melalui Distribution Control Center (DCC) guna menjaga lalu lintas pasokan listrik tetap berjalan lancar di seluruh wilayah Kalselteng.
Melalui kesiapsiagaan personel dan pengawasan sistem yang terintegrasi, PLN UID Kalselteng berkomitmen terus menghadirkan layanan kelistrikan yang andal guna mendukung kenyamanan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas pada momentum hari raya keagamaan. (*)


















































