Tinggi Badan Ternyata Berpengaruh di MotoGP, Ini Keuntungan dan Tantangan yang Dirasakan Para Pembalap

17 hours ago 8

Radarsampit.com – Dalam dunia MotoGP, kecepatan bukan hanya ditentukan oleh performa motor, aerodinamika, atau strategi balap. Faktor fisik pembalap juga memiliki peran penting, termasuk tinggi badan yang sering kali luput dari perhatian publik.

Dilansir dari Motosan, tinggi badan seorang pembalap ternyata dapat memengaruhi cara mereka mengendalikan motor di lintasan. Pembalap yang memiliki postur lebih tinggi disebut memiliki sejumlah keuntungan dalam mengatur keseimbangan dan pergerakan motor, meskipun di sisi lain juga menghadapi beberapa tantangan yang tidak dialami pembalap bertubuh lebih kecil.

Salah satu pembalap tertinggi di grid MotoGP saat ini adalah Toprak Razgatlioglu. Pembalap asal Turki tersebut memiliki tinggi mencapai 185 sentimeter. Menurutnya, postur tubuh yang tinggi memberikan keuntungan tersendiri ketika berada di atas motor.

Toprak mengakui bahwa ukuran tubuhnya membuat dirinya memiliki lebih banyak opsi dalam mengontrol pergerakan motor saat melibas tikungan maupun ketika melakukan manuver tertentu.

Keuntungan Pembalap Bertubuh Tinggi

Tim teknis MotoGP menilai pembalap dengan postur tinggi memiliki efek tuas atau leverage yang lebih besar saat menggerakkan motor menggunakan tubuh mereka. Hal ini membuat mereka lebih mudah mengubah arah motor tanpa harus mengeluarkan tenaga berlebihan.

Kemampuan tersebut juga dirasakan Luca Marini yang memiliki tinggi badan sekitar 184 sentimeter. Menurutnya, pembalap bertubuh tinggi bisa memanfaatkan gerakan tubuh untuk mengatur keseimbangan motor secara lebih efektif.

Pendapat serupa juga disampaikan Fermin Aldeguer. Pembalap muda asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa panjang lengan dan kakinya membantu mengendalikan motor dengan lebih mudah, terutama saat melakukan perpindahan posisi di atas motor.

Posisi Motor Harus Disesuaikan

Keuntungan fisik tersebut tidak akan maksimal tanpa penyesuaian pada motor. Karena itu, tim MotoGP biasanya melakukan berbagai modifikasi agar posisi berkendara sesuai dengan karakter tubuh masing-masing pembalap.

Salah satu bagian yang sering mendapat perhatian adalah posisi footpeg atau pijakan kaki. Tim berusaha menempatkan komponen tersebut pada posisi ideal agar pembalap dapat menggantungkan tubuh lebih jauh saat menikung tanpa kehilangan keseimbangan.

Dalam era MotoGP modern yang mengandalkan teknik body hanging ekstrem, perbedaan beberapa milimeter saja dapat memberikan pengaruh besar terhadap performa di lintasan.

Tidak Selalu Menguntungkan

Meski memiliki sejumlah kelebihan, pembalap bertubuh tinggi juga menghadapi tantangan tersendiri. Fabio Di Giannantonio menilai tinggi badan yang lebih besar biasanya diikuti dengan bobot tubuh yang lebih berat.

Bobot tambahan tersebut dapat memengaruhi distribusi massa saat motor bergerak. Selain itu, pembalap yang lebih berat berpotensi memberikan beban lebih besar pada ban sehingga memengaruhi tingkat keausan.

Dari sisi pengereman, pembalap bertubuh kecil juga memiliki keuntungan tertentu. Semakin ringan total bobot yang harus dihentikan, semakin mudah motor dikendalikan ketika memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi.

Yamaha Harus Menyesuaikan Motor untuk Toprak

Kedatangan Toprak Razgatlioglu bahkan menjadi tantangan tersendiri bagi para insinyur Yamaha. Tim harus melakukan sejumlah penyesuaian agar motor nyaman digunakan oleh pembalap dengan postur tubuh jauh lebih tinggi dibanding mayoritas rider Yamaha sebelumnya.

Perubahan dilakukan pada area ergonomi untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi Toprak. Setelah melalui berbagai pengembangan, Yamaha akhirnya menemukan konfigurasi yang dianggap paling ideal.

Halaman: 1 2

Read Entire Article
Desa Alam | | | |