Warga Bengkalis Titip Aspirasi ke Legislator Dapot Hutagalung, dari Jalan Lingkungan hingga Modal UMKM

9 hours ago 4

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 13 Februari 2026 |20:31 WIB

Warga Bengkalis Titip Aspirasi ke Legislator Dapot Hutagalung, dari Jalan Lingkungan hingga Modal UMKM

Legislator Dapot Hutagalung serap aspirasi warga Bengkalis (Foto: Dok)

BENGKALIS - Di sejumlah sudut permukiman di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, harapan masyarakat masih bertumpu pada hal-hal yang sangat mendasar. Jalan lingkungan yang layak, peluang usaha yang bisa bertahan, hingga fasilitas sederhana untuk menunjang kegiatan sosial. 

Sebagian warga mengaku kerap kesulitan menyuarakan persoalan mereka agar benar-benar masuk dalam perencanaan pembangunan. Masa reses anggota DPRD Bengkalis Dapot Hutagalung yang berlangsung 11-12 Februari 2026 pun menjadi salah satu ruang bagi warga menyampaikan langsung daftar kebutuhan tersebut. 

Selama dua hari, Dapot mendatangi delapan titik di daerah pemilihan (Dapil) IV Mandau untuk menyerap aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat. “Berbagai aspirasi kita terima langsung dari masyarakat untuk diperjuangkan nantinya,” kata Dapot.

Di sejumlah titik pertemuan, mulai dari Duri Utara, Duri Kota, Kopelapip, Jalan Rangau, Sebanga, hingga BTN Kampung Lalang, masyarakat menyampaikan kebutuhan yang beragam. Selain perbaikan infrastruktur, muncul pula permintaan pengadaan sarana pendukung kegiatan sosial seperti tenda dan kursi pesta, peralatan masak, speaker aktif, hingga genset.

Pada sektor ekonomi, warga mengusulkan bantuan modal usaha mikro, bibit ikan untuk budidaya, serta pelatihan kewirausahaan. Aspirasi ini, menurut sejumlah tokoh masyarakat yang hadir, mencerminkan upaya warga untuk tidak semata bergantung pada sektor formal, melainkan memperkuat usaha kecil berbasis komunitas.

“Semua aspirasi sudah kita serap dan akan diperjuangkan dalam sidang paripurna nantinya. Agar apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terealisasi di lapangan," tuturnya. 

Dapot menilai, reses bukan sekadar agenda rutin, melainkan mekanisme konstitusional untuk memastikan kebutuhan riil warga terakomodasi dalam pembahasan anggaran. 

Read Entire Article
Desa Alam | | | |