
Pelatih Benfica, Jose Mourinho. (Foto: Instagram/josemourinho)
SETIDAKNYA ada 6 ramalan dari Jose Mourinho yang terbukti benar hingga menarik untuk dibahas. Seperti yang diketahui, Mourinho bukan sekadar pelatih sepak bola biasa, ia adalah seorang visioner yang kerap dijuluki The Special One.
Dengan jam terbang tinggi di berbagai klub raksasa Eropa, Mourinho memiliki intuisi tajam yang sering kali terdengar kontroversial saat diucapkan, namun terbukti akurat seiring berjalannya waktu.
Berikut 6 Ramalan Jose Mourinho yang Terbukti Benar:
1. Kebangkitan Arsenal di Tangan Mikel Arteta
Mikel Arteta
Meskipun sempat mengalahkan Arsenal asuhan Arteta pada 2020, Mourinho tetap memberikan pujian dan meramal bahwa pelatih asal Spanyol itu mampu membawa The Gunners kembali ke puncak.
Ramalan ini terwujud beberapa tahun kemudian, seperti pada musim 2022-2023, di mana Arsenal berhasil mendominasi papan atas klasemen Liga Inggris. Arsenal bahkan di musim 2025-2026 ini berpotensi quadruple alias meraih empat gelar karena tengah memimpin Liga Inggris, lolos final Piala Liga Inggris, tembus 16 besar Liga Champions, dan sudah menyentuh putaran kelima Piala FA.
2. Marcus Rashford Lebih Tajam sebagai Pemain Sayap
Marcus Rashford. (Foto: Instagram/fcbarcelona)
Mourinho pernah menentang opini yang menyebut Marcus Rashford adalah sosok striker murni (nomor 9) yang ideal. Baginya, Rashford jauh lebih berbahaya jika bermain dari sisi lapangan.
Hal ini terbukti di era Erik ten Hag, di mana performa terbaik Rashford meledak saat ia ditempatkan sebagai pemain sayap, bukan sebagai ujung tombak tunggal. Hal yang sama juga terjadi di Barcelona, Rashford yang tengah dipinjamkan Man United tersebut tetap gacor ketika bermain di sayap kiri.
3. Casemiro Menjadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
Casemiro berkontribusi atas gol pembuka Manchester United
Jauh pada tahun 2013 saat di Real Madrid, Mourinho sudah melihat bakat besar dalam diri Casemiro. Ia meramal bahwa pemain asal Brasil itu akan menjadi gelandang tengah terbaik di dunia.
Prediksi ini menjadi kenyataan lewat gelimang trofi Liga Champions yang diraih Casemiro serta pengaruh besarnya di lini tengah tim mana pun yang ia bela.

















































