Radarsampit.com – Nama Marc Marquez kembali menjadi sorotan setelah mantan insinyur berpengalaman MotoGP, Ramon Forcada, mengungkap alasan yang membuat pembalap asal Spanyol tersebut begitu sulit ditandingi. Menurut Forcada, keunggulan Marquez bukan semata-mata berasal dari kecepatan, tetapi kemampuannya beradaptasi dan minim kelemahan saat mengendalikan motor.
Pernyataan tersebut disampaikan Forcada dalam podcast Fast and Curious. Sosok yang pernah menangani sejumlah pembalap papan atas seperti Jorge Lorenzo dan Maverick Vinales itu membahas berbagai aspek teknis MotoGP. Mulai aerodinamika, elektronik, pengelolaan ban, hingga karakter pembalap yang membedakan Marquez dari rider lain.
Dilansir dari Motosan, Forcada menilai Marquez memiliki paket kemampuan yang sangat lengkap dibandingkan pembalap lain di grid MotoGP.
Aerodinamika Bikin Motor Makin Menempel
Forcada turut mengulas perkembangan aerodinamika MotoGP yang dalam beberapa tahun terakhir semakin agresif. Menurut dia, perangkat aerodinamika dirancang untuk menghasilkan downforce sehingga motor lebih kuat menapak aspal.
Namun, teknologi tersebut juga memiliki sisi berbahaya. Ketika gaya tekan ke bawah hilang secara tiba-tiba, perilaku motor bisa berubah drastis dan sulit dikendalikan.
Forcada mengingatkan bahwa perkembangan aerodinamika tidak hanya berbicara mengenai peningkatan performa. Faktor keselamatan pembalap juga harus menjadi pertimbangan utama.
Dia menyinggung sejumlah insiden besar yang pernah terjadi di MotoGP. Salah satunya kecelakaan Pol Espargaro di Portimao. Ada pula insiden di Austria yang melibatkan Franco Morbidelli, Johann Zarco, Valentino Rossi, dan Maverick Vinales.
Menurut Forcada, perkembangan teknis tersebut memang menarik dari sisi engineering. Namun, dia menilai aerodinamika yang semakin rumit tidak selalu diperlukan pada motor balap.
Bahkan, Forcada mengkritik tampilan motor MotoGP modern yang menurutnya menjadi semakin tidak menarik akibat banyaknya perangkat aerodinamika.
Elektronik Penting untuk Kendalikan Tenaga
Selain aerodinamika, elektronik juga menjadi bagian penting dalam perkembangan MotoGP. Forcada menilai penggunaan sistem elektronik yang seragam merupakan langkah tepat, terutama untuk menekan biaya pengembangan masing-masing tim.
Motor MotoGP memiliki tenaga sangat besar. Tanpa bantuan elektronik, motor dengan spesifikasi tersebut akan jauh lebih sulit dikendalikan.
Meski begitu, menurut Forcada, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, tetap ada satu unsur yang tidak bisa digantikan mesin, yakni perasaan pembalap.
Kepercayaan diri dan sensasi yang dirasakan rider ketika mengendarai motor menjadi faktor penting dalam menentukan pengaturan. Tidak semua perubahan teknis otomatis menghasilkan peningkatan performa. Terkadang, keyakinan pembalap terhadap motor juga memengaruhi hasil akhir.
Forcada juga menyoroti aturan mengenai tekanan ban. Dia menilai regulasi tersebut sebenarnya masih bisa dibuat lebih sederhana dan efektif.
Menurutnya, pemeriksaan tekanan ban seharusnya bisa dilakukan sebelum balapan dengan mekanisme yang lebih jelas. Cara tersebut dinilai dapat mengurangi polemik mengenai penalti yang terkadang baru diketahui setelah balapan selesai.
Marc Marquez Dinilai Paling Minim Kelemahan
Pembahasan kemudian mengarah kepada Marc Marquez. Forcada memberikan penilaian tinggi terhadap kemampuan pembalap yang pernah menjadi juara dunia MotoGP tersebut.
Menurutnya, Marquez memiliki kelemahan yang lebih sedikit dibandingkan pembalap lain ketika berada di atas motor.
Halaman: 1 2













































